Artikel

Santo Oscar Romero, Uskup Pembela Kaum Miskin

"We must overturn so many idols, the idol of self first of all, so that we can be humble, and only from our humility can learn to be redeemers, can learn to work together in the way the world really needs. Liberation that raises a cry against others is no true liberation. Liberation that means… Continue reading Santo Oscar Romero, Uskup Pembela Kaum Miskin

Advertisements
Artikel

Santo Paulus VI, Paus Pewartaan

“The world calls for, and expects from us, simplicity of life, the spirit of prayer, charity towards all, especially towards the lowly and the poor, obedience and humility, detachment, and self-sacrifice. Without this mark of holiness, our word will have difficulty in touching the heart of modern man.” (St. Paul VI) Paus Paulus VI, atau… Continue reading Santo Paulus VI, Paus Pewartaan

Artikel

Jangan Lupa Asas ‘Luber’ dan ‘Jurdil’

Euphoria masyarakat Indonesia menyongsong Pilkada serentak yang akan diadakan pada tanggal 27 Juni 2018 semakin tinggi dan menggebu-gebu. Ada beberapa oknum yang berlomba-lomba mempromosikan visi dan misi pasangan calon pempimpin yang diunggulkan. Dan, tidak jarang juga beberapa oknum yang 'dengan keras' melontarkan cemoohan yang seakan-akan menyerang pasangan calon lawan. Hal itu bisa dilihat dan dibaca… Continue reading Jangan Lupa Asas ‘Luber’ dan ‘Jurdil’

Puisi

Di Matamu

Kau gambarkan gemintang benderangnya tiada tara dan mengibarkan cahaya di cela-cela temaram: pada sepuluh malam yang berlalu, inikah malam kita? Kau lukiskan pelangi membias tujuh warna dan memantulkan sembilan kenangan lama: akankah kau mengembalikan rusuk yang telah pergi? Di matamu, setelah gerimis raib, cahaya mendekat kemari: Tuhan, pagi ini banyak rindu yang menelisik nubari. UN… Continue reading Di Matamu

Puisi

Adoro Te

:hic est panis de caelo descendens di pelataranmu niatku selalu menyala dalam dada merapal isyarat sabda yang terkata sejak sedia kala seunggun lilin, sejuta soneta. Tuhan, engkaulah roti surgawi yang menyegarkan jiwa kami. Manila, 2015   Catatan: Puisi ini pernah dipublikasikan di Jurnal Santarang (Kupang-NTT), edisi 44, Desember 2015      

Puisi

Harummu Puisi Rindu Tiada Batasan

Sepasang mataku memandang segala kata yang menguap dari bibirmu, seperti sekawanan pipit mencari jalan pulang dan harum jadi ruang, memeluk aku yang lupa cara sembayang. Di hening lengangnya kota kau tak hanya merawat rahasia hidup paling sempurna tetapi juga kenangan dengan segala risaunya. Ihwal perkara cinta yang tak lekas reda, kau menebar jauh puisi dan… Continue reading Harummu Puisi Rindu Tiada Batasan