Artikel

Jangan Lupa Asas ‘Luber’ dan ‘Jurdil’

Euphoria masyarakat Indonesia menyongsong Pilkada serentak yang akan diadakan pada tanggal 27 Juni 2018 semakin tinggi dan menggebu-gebu. Ada beberapa oknum yang berlomba-lomba mempromosikan visi dan misi pasangan calon pempimpin yang diunggulkan. Dan, tidak jarang juga beberapa oknum yang 'dengan keras' melontarkan cemoohan yang seakan-akan menyerang pasangan calon lawan. Hal itu bisa dilihat dan dibaca… Continue reading Jangan Lupa Asas ‘Luber’ dan ‘Jurdil’

Advertisements
Puisi

Di Matamu

Kau gambarkan gemintang benderangnya tiada tara dan mengibarkan cahaya di cela-cela temaram: pada sepuluh malam yang berlalu, inikah malam kita? Kau lukiskan pelangi membias tujuh warna dan memantulkan sembilan kenangan lama: akankah kau mengembalikan rusuk yang telah pergi? Di matamu, setelah gerimis raib, cahaya mendekat kemari: Tuhan, pagi ini banyak rindu yang menelisik nubari. UN… Continue reading Di Matamu

Puisi

Adoro Te

:hic est panis de caelo descendens di pelataranmu niatku selalu menyala dalam dada merapal isyarat sabda yang terkata sejak sedia kala seunggun lilin, sejuta soneta. Tuhan, engkaulah roti surgawi yang menyegarkan jiwa kami. Manila, 2015   Catatan: Puisi ini pernah dipublikasikan di Jurnal Santarang (Kupang-NTT), edisi 44, Desember 2015      

Puisi

Harummu Puisi Rindu Tiada Batasan

Sepasang mataku memandang segala kata yang menguap dari bibirmu, seperti sekawanan pipit mencari jalan pulang dan harum jadi ruang, memeluk aku yang lupa cara sembayang. Di hening lengangnya kota kau tak hanya merawat rahasia hidup paling sempurna tetapi juga kenangan dengan segala risaunya. Ihwal perkara cinta yang tak lekas reda, kau menebar jauh puisi dan… Continue reading Harummu Puisi Rindu Tiada Batasan

Puisi

Di Hadapan Senja

—Christian Bautista, “The Way You Look at Me” Ada beberapa rahasia yang sering terlukis salah satunya senyummu. Ia melekat di puncak sukma, mengibas-ngibas ingatan lalu dan memendarkan warna semisal bianglala. Memandangnya, seutas rindu selalu mengikat dalam jiwa berdiam di antara masa depan dan mengendap di sisi yang sama, sedang aku sampai lembur mengisi celah-celahnya dengan… Continue reading Di Hadapan Senja

Puisi

Menjemput Malam

Langit dan gemintang saling bercumbu sedang bersama waktu aku sujud merawat rindu, sebab mengingatmu mirip takdir yang penuh atau. Cie! Menjemput malam di hatiku segala rindu susah berlalu. Setiap datangnya senja selalu kujumpai perih paling hakiki menyubur dalam nurani dan memekarkan satu melodi paling puisi hingga kenang jadi ingat lagi. Menjemput malam, aku semisal membelah… Continue reading Menjemput Malam